Mengenal Diabetes Tipe 5, Ancaman bagi Anak Muda dengan Malnutrisi
Kerusakan pankreas akibat malnutrisi Malnutrisi protein-energi jangka panjang dapat menyebabkan pankreas tidak berkembang dengan baik. "Ketika pasien malnutrisi, terutama malnutrisi protein-energi, sel-sel pankreas mengalami atrofi atau tidak berkembang dengan baik," jelas Akbar. Kondisi ini dapat memicu peradangan pankreas (pankreatitis) yang mengarah pada pengerasan jaringan (fibrosis) atau pengecilan pankreas, sehingga mengganggu produksi insulin.
Gejala diebetes tipe 5 Gejala diabetes tipe 5 hampir sama dengan diabetes tipe lainnya, yakni: Sering haus dan banyak minum Sering buang air kecil Rasa lapar yang cepat muncul Kesemutan Penglihatan kabur Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan HbA1c (jika ≥6,5%), gula darah puasa (jika ≥126 mg/dL), dan jika fasilitas memungkinkan, pemeriksaan C-peptide untuk mengukur kadar insulin dalam tubuh. "Jika kadar insulin turun tanpa adanya kerusakan autoimun, disertai riwayat malnutrisi, maka dapat diklasifikasikan sebagai diabetes tipe 5," jelas Akbar.
Penanganan diabetes tipe 5
Setelah penegasan dari IDF, penanganan diabetes tipe 5 diarahkan seperti diabetes tipe 1, yaitu dengan pemberian insulin, karena masalahnya adalah defisiensi insulin, bukan resistensi.
Penanganan non-farmakologis juga penting, meliputi:
a. Edukasi tentang penyakit diabetes
b. Diet dengan fokus meningkatkan asupan protein untuk memperbaiki massa otot
c. Aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi tubuh
Akbar menegaskan bahwa diabetes tipe 5 bersifat irreversible atau tidak dapat disembuhkan total. Berbeda dengan pre-diabetes yang masih bisa dikembalikan ke normal, penderita diabetes tipe 5 akan bergantung pada insulin seumur hidup.
Cara mencegah diabetes tipe 5 Pencegahan diabetes tipe 5 dimulai dengan memperhatikan status gizi sejak masa anak-anak, terutama 1000 hari pertama kehidupan. Beberapa langkah pencegahan meliputi:
- Hindari kondisi malnutrisi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi
- Terapkan pola makan seimbang dengan mengurangi karbohidrat dan gula berlebih
- Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu
- Kelola stres dengan baik
- Tetap produktif, terutama bagi generasi muda
"Kita masih muda, jadi jangan terlalu bermalas-malasan. Tingkatkan kualitas diri dan kesehatan dengan rutin berolahraga dan memperhatikan asupan makanan," pesan Akbar. Dengan pemahaman tentang diabetes tipe 5 ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya status gizi seimbang sejak dini semakin meningkat.
(Kompas)